Selasa, 11 Juni 2013

WARREN BUFFET

Bila Anda terjun di dunia saham, pilihannya ada dua yaitu menjadi trader atau menjadi investor. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan keurangan masing-masing. Tetapi sejarah sudah membuktikan bahwa seorang investor saham mampu menjadi manusia terkaya sejagat. Anda pasti sudah tahu namanya. Ya, betul, Warren Buffet. Beliau memang boleh dibilang seorang investor sejati. Untuk menggambarkan betapa hebatnya Warren Buffet, mari kita lihat contoh berikut. Investasi $ 10.000 dalam Berkshire Hathaway pada 1965, tahun dimana Warren Buffet mengambil alih, akan tumbuh menjadi senilai hampir $ 30 juta dari 2005? Sebagai perbandingan, $ 10.000 dalam S & P 500 akan tumbuh menjadi hanya sekitar $ 500.000.


Warren BuffetWarren Edward Buffett (lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, 30 Agustus 1930; umur 81 tahun) adalah seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat.
Ia memiliki julukan Oracle of Omaha; Buffett telah mengumpulkan kekayaan yang sangat besar dari kecerdikannya berinvestasi melalui perusahaannya Berkshire Hathaway, di mana dia memegang 38% saham. Dengan perkiraan pendapatan bersih US$44 miliar pada 2005, dia menduduki urutan kedua sebagai orang terkaya kedua dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates.
Setelah selama bertahun-tahun menjadi manusia paling kaya sejagad, akhirnya dominasi Bill Gates harus tergeser oleh Warren Buffett sebagai manusia paling kaya di dunia versi majalah Forbes. Kekayaan Buffett pada tahun 2008 sekitar US$ 62 miliar. Menurut majalah Forbes kekayaannya meningkat US$ 10 milyar pada saat yang sama menjadi US$ 62 Miliar, sungguh fantastis ini mengalahkan Bill Gates yang pencapaianya di bawah buffet yaitu hanya meningkat US$ 2 Milyar/tahun pada saat yang sama menjadi US$ 58 Milyar.
Langkah strategis Buffet dimulai saat ia membeli saham perusahaan tekstil Berkshire Hathaway pada tahun 1962 seharga US$ 8 per lembar. Tiga tahun kemudian, ia berhasil menjadi pemegang saham terbesar perusahaan tersebut. Ia memasukkan uang perusahaan yang menganggur ke dalam investasi, misalnya dengan membeli perusahaan asuransi, perusahaan permata, utilitas dan makanan. Kini, setelah 46 tahun, saham kelas A Berkshire Hathaway telah meroket luar biasa, dan sempat mencapai US$ 150.000 per lembar saham. Melalui perusahaan ini pula, ia dapat menguasai saham beberapa perusahaan kelas dunia seperti Coca Cola, Anheuser-Busch, WellFargo dan Kraft Food.
Intinya strategi investasi yang digunakan Warren Buffet sebenarnya sangat sederhana. Caranya Anda membeli saham perusahaan yang Anda anggap memiliki prospek. Tidak peduli saham itu nilainya turun, indeks anjlok, selama Anda yakin pada prospek perusahaan tersebut, saham itu Anda kempit terus sampai tua, bahkan kalau perlu bisa menjadi warisan untuk anak cucu. Strategi ini membutuhkan kesabaran ekstra. Tapi, jika berhasil keuntungan yang diperoleh akan berlipat ganda.


Senin, 10 Juni 2013

Pasar Modal


Pasar modal Indonesia merupakan suatu wadah yang bisa menjembatani antara perusahaan public dengan para investor. Dengan mekanisme yang ada, yaitu perusahaan public mencari pembiayaan untuk berlangsungnya suatu bisnis dan sebaliknya para investor menyisihkan sebagian dananya untuk berinvestasi pada perusahaan public tersebut. nah, saat ini kami akan membahas dari segi investor, yang pastinya tujuan investor untuk berinvestasi adalah memperoleh pertumbuhan dari dana yang diinvestasikan.
sangat banyak orang yang pendapatannya berlebih dan bingung untuk mulai berinvestasi, terutama pada pasar modal. Banyak factor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut, seperti kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang pasar modal juga produk yang dimiliki, yang kedua masih banyak pandangan masyarakat yang menganggap pasar modal adalah judi, serta ketakutan lainnya seperti kerugian dan resiko saat berinvestasi di pasar modal.
Menurut pandangan kami, selaku mahasiswa yang menekuni industry ini, pasar modal adalah tempat yang bisa memenuhi semua watak atau keinginan dari sang investor, maka industry ini cenderung bagaikan pisau bermata dua. Berbagai saham yang tercatat pada bursa efek Indonesia dapat memenuhi kebutuhan investor dari watak penghindar resiko, normal, dan maniak resiko. Ibarat sebuah restaurant pasar modal menyediakan berbagai menu sesuai selera konsumen, namun dari berbagai menu tersebut pasti ada sisi negatifnya, seperti penyakit kolesterol, diabetes dll, umumnya ada konsumen yang menyadari akan hal tersebut dan berhati-hati dalam memilih menu, namun ada juga konsumen yang hanya memikirkan nikmat dari rasa menu yang tersedia tanpa memikirkan akibat atau resiko setelah mengkonsumsi menu tersebut.
Nah begitu pula saat berinvestasi dipasar modal, yang bisa menentukan arah atau tujuan berinvestasi adalah para investor itu sendiri, pasar modal hanya sebagai sarana layaknya restaurant di atas.
Kalau kesadaran ini sudah tertanam dalam diri masing-masing investor maka permasalahan diatas tidak akan menjadi beban investor untuk memasuki industry ini. Malah para investor akan bisa meminimalisir resiko yang ada.
Kami sebagai mahasiswa analis efek AKA STIE BISNIS INDONESIA yang berkecimpung dalam industry ini akan berbagi sedikit pengalaman dan tips untuk pembaca apabila sudah memiliki kesadaran untuk berinvestasi di pasar modal, walaupun mungkin pengalaman kami belum sehebat professional di bidang ini, namun semoga bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian.
Dari pembelajaran dosen dan buku yang kami pelajari banyak sekali pengetahuan yang didapat untuk meminimalisir resiko pada industry ini, berikut kami akan jelaskan satu persatu tips tersebut :
1.       Tentukanlah tujuan dan jangka waktu investasi yang pembaca inginkan, seperti pertumbuhan modal dan penyebaran resiko keuangan. Serta kenali pribadi kita apakah ingin menjadi investor atau trader, karena ini juga untuk menentukan apakah kita termasuk yang  menyukai resiko tinggi atau biasa saja atau ambil aman saja. Dan ingat selalu “High Risk High Return”
2.       Dengan membeli saham berarti kita bisa disebut sebagai pemilik perusahaan tersebut.Jadi kita harus mengetahui seluk beluk perusahaan tersebut. Ada kutipan dari seorang pemain besar di dunia psar modal “Kita tidak perlu jenius untuk berinvestasi bagus. Kita tidak perlu menjadi ilmuwan yang paham tentang seluk beluk investasi. Investasi bukanlah sebuah permainan bahwa orang yang punya IQ tinggi bisa mengalahkan IQ rendah. Namun untuk bisa berinvestasi, kita hanya perlu mengerti dan paham tentang pasar, portofolio, dan seluk beluk perusahaannya”(Warrant Buffet). Dengan tertanam hal tersebut kita akan selalu memilah perusahaan yang memiliki bisnis terbaik menurut anda dan tidak secara asal dalam membeli saham perusahaan.
3.       Bagi investor pemula yang awam tentang pengetahuan suatu perusahaan bisa Manfaatkan jasa professional apabila belum mengetahui investasi, seperti menggunakan jasa broker, dari penjelasan tersebut kita akan bisa mengambil keputusan apakah mengambil saham tersebut atau tidak. Untuk mendapatkan broker yang bagus maka cari Perusahaan Sekuritas yang bagus juga.
4.       Apabila anda telah memilih suatu perusahaan dan telah menginvestasikan dana anda maka langkah selanjutnya anda bisa memantau perkembangan bisnis dari perusahaan anda dengan mengikuti RUPS (Rapat umum pemegang saham). Dengan hadir dalam rapat tersebut anda akan mendapatkan pandangan yang jelas tentang bagaimana perkembangan management perusahaan, keunggulan perusahaan dibanding perusahaan lainnya, proyeksi bisnis suatu perusahaan kedepan serta jika ada isu-isu kita bisa menghubungi Corporate Secretary.
 Mungkin sekian tips dari kami untuk para pembaca sekalian, kedepannya fasilitas social media ini akan kami gunakan untuk memberikan rekomendasi beberapa perusahaan yang tercatat di bursa efek dari segi keuangan perusahaan dan dari segi pergerakan harga yang terjadi.

Fudamental Analysis


Fudamental Analysis

Analisis Fudamental, diibaratkan seperti seseorang memilih pendamping hidup untuk selama hidupnya, ia harus benar-benar memperhatikan watak dan sifat calon pasangannya, tidak sekedar penampilan luarnya yang menarik. Seorang penganut fudamental membeli saham ibarat memilih pasangan hidup yang  benar-benar baik untuk semasa hidupnya atau untuk investasi jangka panjang.
Dengan mengetahui persis siapa “pendamping hidupnya”, dia tidak akan banyak terpengaruh dengan isu dan rumor yang mungkin saja berpengaruh terhadap harga saham tersebut. Ia akan merasa “sayang” untuk menjual saham yang telah dia pilih sebagai pendamping hidupnya, telah diyakini akan kinerja  prospeknya akan semakin baik dimasa yang akan datang.
Apa saja yang harus diperhatikan oleh investor dalam analisis fudamental:
1.     Laporan Keuangan Perusahaan
Laporan keuangan adalah laporan mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan. Dengan melihat laporan keuangan perusahaan tersebut sama dengan melihat apa saja yang sudah dikonsumsi oleh perusahaan tersebut.
Komponen dalam laporan keuangan:
o   Neraca (Balance Sheet)
Melalui neraca, kita dapat melihat kekayaan perusahaan tersebut melalui aktiva dan hutang hutang yang dimiliki perusahaan tersebut pada bagian passiva. Serta, investasi apa yng telah dimiliki oleh perusahaan.
o   Laporan Laba-Rugi (Income Statement)
Dalam laporan laba rugi dipergunakan untuk menggambarkan informasi mengenai penghasilan, biaya, dan pendapatan bersih perusahaan dan menghasilkan laba dalam periode tertentu.
o   Laporan Arus-Kas (Cash-Flow Statement)
Dalam laporan ini memberikan gambaran mengenai arus kas yang keluar dan masuk perusahaan dalam setahun.
2.     Penilaian Perusahaan
Setelah melihat laporan keuangan,hal yang harus dilakukan adalah melakukan penilaian terhadap perusahaan tersebut dengan analisa ratio.
o   Ratio Likuiditas
Ratio ini dilakukan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
a.     Current Ratio
Ratio ini menunjukan kewajiban lancar (jangka pendek) yang harus dibayarkan dengan menggunakan aset lancar. Semakin tinggi nilai current ratio, semakin tinggi kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar utang jangka pendeknya.
b.    Quick Ratio
Mengukur apakah perusahaan mempunyai asset lancar (tanpa menjual persediaan) untuk menutup kewajiban jangka oendek. Semakin tinggi quick ratio, semakin baik kondisi keuangan perusahaan tersebut.
o   Ratio Solvibilitas
Ratio ini digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban finansial baik jangka pendek manupun jangka panjang.
a.     Debt to Equity (DER)
Menunujukkan sejauh mana modal sendiri untuk membayar seluruh utang.
b.    Debt to Capital Asset
Mengukur bagian bagian aktiva yang digunakan untuk menjamin keseluruhan kewajiban.
3.     Ratio Saham/Pasar
Dalam ratio ini, digunakan untuk menunjukkan bagian dari laba perusahaan, debiden, dan modal yang dibagikan pada setiap saham.
o   Earning Per Share
o   Price Earning Ratio





           

Saham dan Jenis-jenis Saham

Mari kita kupas disini..
Saham adalah  tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 5).

1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim
a. Saham Biasa (common stock)
  • Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan
  • Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
b. Saham Preferen (Preferred Stock)
  • Saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor.
  • Serupa saham biasa karena mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut; dan membayar deviden.
  • Persamaannya dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, devidennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa.
2. Ditinjau dari cara peralihannya
a. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
  • Pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.
  • Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
b. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
  • Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.

3. Ditinjau dari kinerja perdagangan
a. Blue – Chip Stocks
  • Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
b. Income Stocks
  • Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata- rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.
  • Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai.
  • Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi.
c. Growth Stocks
  • (Well – Known)
Saham – saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
  • (Lesser – Known)
Saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri, namun memiliki ciri growth stock. Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
d. Speculative Stock
Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.
e. Counter Cyclical Stockss
  • Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.
  • Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.
Dan yang terbaru jenis saham yang diperdagangkan di BEI , yaitu ETF (Exchange Trade Fund) adalah gabungan reksadana terbuka dengan saham dan pembelian di bursa seperti halnya saham di pasar modal bukan di Manajer Investasi (MI).

perbedaan antara saham preferen dengan saham biasa:
  • Pada saham biasa mendapatkan hak untuk memilih direksi dan kebijakan tertentu, sedangkan preferen tidak (kecuali dalam situasi tertentu).
  • Deviden pada saham biasa tergantung kinerja perusahaan, kalau baik mereka akan medapatkan keuntungan setimpal, bigitupun sebaliknya. Tapi untuk saham preferen sudah ditetapkan devidennya.
  • Jika perusahaan gulung tikar atau dilikuidasi, dalam hal pengembalian investasi, pemegang saham preferenlah yang diutamakan dibandingkan dengan pemegang saham biasa.
  • Pada pemegang saham biasa diberi hak untuk memesan kembali, sehingga dapat memelihara proporsi kepemilikan perusahaan, kalau preferen tidak.
Agar terhindar dari kerugian yang besar dalam berinvestasi saham Anda harus cermat dalam memilih saham-saham yang akan dibeli. Anda harus mengenali dan memahami terlebih dahulu jenis-jenis saham yang ada di bursa. Semoga bermanfaat.

Jumat, 07 Juni 2013

PILIH YANG MANA, INVESTASI SAHAM ATAU DEPOSITO ??

Ada berbagai macam produk investasi yang dapat kita pilih, mulai dari tabungan, deposito hingga reksadana. Semua produk itu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Namun pada prinsipnya, jika kita mau berinvestasi maka kita harus mampu menyisihkan sebagian dari pendapatan atau penghasilan kita secara berkala dan rutin.

Investasi berupa deposito adalah kegiatan menyimpan dana pada suatu bank dalam periode tertentu. Dana hanya bisa ditarik bila telah jatuh tempo. Keuntungan investasi yang berupa deposito adalah bunga yang diterima lebih besar dari tabungan dan resiko relatif aman. Kekurangan investasi deposito adalah tidak bisa menarik dana sewaktu-waktu, jika dilakukan akan kena penalti (dipotong). Selain itu, jika dibandingkan dengan investasi lain dalam rentang waktu yang sama, profitnya sangat kecil.

Sedangkan investasi berupa saham adalah suatu investasi kepemilikan suatu usaha/perusahaan. Dalam berinvestasi jenis ini, kita memberikan sejumlah dana (berdasarkan harga saham) yang akan dijadikan modal untuk perusahaan tersebut beroperasi. Bila perusahaan mendapat profit dalam suatu masa, maka keuntungan yang disebut deviden tersebut akan diterima oleh para pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang ia miliki di perusahaan tersebut. Keuntungan berinvestasi model saham adalah dapat mendatangkan keuntungan yang besar dengan hanya modal yang kecil bila harga saham perusahaan tersebut naik. Kerugiannya adalah mempunyai resiko kehilangan dana yang besar pula. Investasi ini menuntut kita untuk selalu mengikuti pergerakan saham untuk meminimalisir kerugian. Selain itu kita juga bisa mendapatkan dividen yang Merupakan keuntungan perusahaan yang di bagikan kepada para pemegang saham.‭ ‬Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagkan kepada pemegang saham,‭ ‬tetapi ada bagian yang ditanam kembali.Besarnya dividen yang Anda terima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham‭ (‬RUPS‭) ‬perusahaan tersebut.‭ ‬Namun yang perlu dicatat adalah bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak selalu membagikan dividen kepada para pemegang saham tetapi tergantung kapada kondisi perusahaan itu sendiri‭ (‬khususnya berkaitan dengan keuntungan yang diraih‭)‬.‭ ‬Artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentu saja dividen tidak akan dibagikan‭ ‬pada tahun berjalan tersebut.

So, yang manakah yang anda pilih ?
Tentu saja, semakin besar keinginan anda untuk mendapatkan keuntungan maka semakin besar juga resiko yang bakalan diterima. Mau ?

Kamis, 06 Juni 2013

Divisi Komunikasi dan Informasi 2013-2014

Sekarang blog ini sudah aktif kembali setelah oprec HIMA periode 2013-2014 selesai. Semua berita atau informasi yang akan di publishing tidak hanya di blog tapi juga ada di social media lainnya.

Selamat untuk mahasiswa/i HIMA baru yang telah diterima. Semoga kita bisa menjadikan HIMA 2013-2014 lebih baik dan bisa memperbaiki/melengkapi kekurangan di periode sebelumnya.  

TOGETHER WE BUILD AND TOGETHER WE CAN !!
#HIMA-AE

Pelaksanaan Tutus untuk Analis Efek

Hai mahasiswa dan mahasiswi Analis Efek diberitahukan bahwa pelaksanaan tutus minggu ini adalah terakhit untuk pendaftaran yaitu hari Jumat 07 Juni 2013.
Bagi yang berminat hanya Rp 10.000 untuk mendaftar.
Info lebih lanjut bisa hubungi Nia (085710554452)

Ayo yang ingin menghadapi USP berlatih soal-soal USP yaaa dan jangan lupa segera daftar !!

Translate

Entri Populer